I grew up in this town, my poetry was born between the hill and the river, it took its voice from the rain, and like the timber, it steeped itself in the forests. -Pablo Neruda

Kamis, 26 Mei 2011

Nocturne


Bulan bersembunyi malam ini di balik awan kelam nan hitam. Sunyi senyap aku dengarkan saat ini. Tidak suara jangkrik pun, tidak. Tatapan mataku nanar ke arah langit-langit kamar. Lampu pijar berganti cahaya bulan yang samar-samar tampak berselimut. Aku ingin tidur. Rasa kantukku sudah memuncak. Tapi, nafas ini memburu namamu. Aku tidak sabar menanti besok pagi. Melihat dan bertemu dengan wajahmu yang menyenangkan. Senyummu yang menghangatkan. Tawamu yang mengundang tawaku –terkadang–. Semua tentangmu akan selalu kulihat besok hari. Dan inilah rutinitasku setiap malam. Meracaukan namamu untuk bisa tidur nyenyak dan bangun segar besoknya. Terima kasih, malam. Aku lebih menyukai esok pagi dan siang karena saat itulah, aku menemukan kesenangan. Kesenangan itu adalah kamu, perempuan yang menyenangkan...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar